Ketika semua nya indah apakah akan indah untuk selamanya.karena selama ini yang saya alami tidak begitu. karena dimana saat saya merasakan itu begitu indah ternyata dia menghilang dari hadapan saya. Pertama ketika saya merasakan bagaimana saya keilangan tunangan saya. Ketika saat itu saya benar2 ingin dia di sisi daya slamanya menemani saya dan menjadi ibu dari anak2 saya tetapi dia dengan mudah nya pergi dengan co lain. Dan lebih menyedihkan lagi saya sudah membeli cincin tunangan kita berdua dan itu pupus dengan begitu saja.dan sekarang saat hati saya membuka untuk seorang wanita yang saya anggap sebagai ade saya seperti ini juga ujungnya.pertama begitu indah dan kita bicara akan selalu meyayangi seumur hidup kita karena saudara kekal adaya tetapi dalam kenyataan nya kita saling bertengkar dan saling tidak percaya lagi satu sama lain. saya tidak tahu apakah hubungan ini bisa diperbaiki lagi atau tdak. tapi yang saya yakin adalah rasa sayang saya kepada dia nga akan berubah sedikitpun karena bagi saya dia tetap ade saya. biarlah dia menyadarinya dengan sendirinya.dan dia pernah bilang saat saya ingin pergi dari dia. dia bilang kk tau kan gimana rasanya keilangan orang yang kita sayangi. dan dia melakukan nya sekarang. dia nga tau betapa jatuhnya saya keilangan kasih sayang dia.dan saya pikir saat itu tepat untuk melanjutkan kuliah saya karena ada yang akan menyemangati saya sebab kuliah ini sangat susah ditembus dan baru skarang saya berani mengambilnya. Tetapi beginilah kejadiannya.
Dan ketika saya merasakan hangatnya kekeluargaan di tempat saya bekerja saya musti keluar. Karena tenaga saya tidak dibutuhkan lagi di smp santa ursula Dan lebih sakitnya lagi saya di pindahkan ke Pepustakaan dimana disana saya benar2 merasakan bagaimana menjadi kuli dan ilmu yang saya pelajari tdak terpakai sama sekali. Disana saat ada 1 buku saya musti kembalikan ke raknya dan di saat saya memegang komputer saya langsung ditanya pak frans lagi apa nganggur ya disana ada buku yang musti dibereskan atau apalah. padahal yang lainnya nyantai saja. Tapi lebih buruk lagi saya musti tersenyum di depan anak murid saya. dan tidak boleh menunjukan wajah sedih. ya gitulah hidup penuh dengan kepura puraan. Tapi ngapapa dengan begitu saya belajar bagaimana menghargai orang2 kecil di sekitar kita. Bagaimana dia melakukan hal yang terkadang setiap orang tidak menghargai itu dan mencemooh dia. padahal dia udah berusaha dengan sekuat tenaga dia. Tapi dia tetap tersenyum dalam menghadapi hidup ini. Dan saat kmarin saya jatuh sakitada satu orang yang hadir dalam mimpi saya yang menolong saya. saya pikir dia telah membenci saya. dia hadir dalam mimpi saya dan menolong saya untuk tetap kuat dalam hidup ini. dan dialah ade saya. saya pikir dia telah membenci saya, tetapi dia yang menolong saya untuk bangki. terima kasih ya. walalupun itu cuma dalam mimpi dan bukan kenyataan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar